Kucingpun bisa mengatur Asupan Gizi Sendiri

 

Ilmuwan dari Waltham Centre for Pet Nutrition, baru-baru ini melaporkan bahwa kucing mampu menyeleksi, memilih dan menggabungkan makanan dalam jumlah yang berbeda. Kemampuan cerdik ini digunakan kucing untuk mendapat asupan gizi yang konsisten, seperti protein, lemak dan karbohidrat.

Dilansir Eurekalert, Selasa (18/12/2012), hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Comparative Physiology B, menunjukkan bahwa kucing mengatur asupan makronutrien. Hewan mamalia ini juga dapat mengubah pilihan makanan mereka, meskipun ada perbedaan dalam isi makronutrien, tingkat kelembaba dan tekstur makanan.

Ilmuwan dari Waltham Centre for Pet Nutrition merupakan para ahli gizi yang berkecimpung dalam brand makanan kucing terkemuka. Mereka juga berkolaborasi dengan ilmuwan dari University of Sydney dan Institute of Natural Sciences di Massey University.

Dalam serangkaian tiga percobaan, kucing diberi makanan basah dan kering dalam kombinasi yang berbeda. Dalam setiap percobaan, kucing diberikan kombinasi makanan basah dan kering dalam dua tahap seleksi diet, di mana semua makanan tersebut diberikan kepada kucing secara bersamaan.

Makanan tersebut ditawarkan secara berpasangan, yakni satu jenis makanan basah dan satu jenis makanan kering yang berurutan dalam siklus 3 hari. Temuan menunjukkan bahwa kucing mencapai keseimbangan yang sama dari protein, asupan lemak dan karbohidrat.

Proporsi protein, lemak dan karbohidrat yang dipilih kucing sesuai dengan temuan sebelumnya yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Biology di 2011. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kucing memiliki diet atau pola makan dengan asupan makanan makronutrien sekitar 52 persen asupan kalori harian dari protein, 36 persen dari lemak dan 12 persen dari karbohidrat.

“Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pemilik kucing. Ini menunjukan bahwa kucing mampu memilih dan mengombinasikan makanan basah dan kering untuk mendapatkan target asupan protein, lemak dan karbohidrat,” ujar ilmuwan Adrian Hewson-Hughes dari Waltham.

Ia mengatakan, jenis makanan basah umumnya memilih proporsi protein dan lemak yang tinggi. Sementara makanan kering memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s